Tuesday, February 7, 2012

Gereja Advent Hari Ketujuh, Christian Science, Saksi Jehova, dan Mormon Apa dan Bagaimana?

Dalam perjalanan hidup beragama di Indonesia ini, kita mengenal keempat aliran yang bertumbuh bersama dengan agama-agama lainnya; Gereja Adventis Hari Ketujuh, Saksi Jehova, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir (biasa disebut Mormon), dan Gereja Kristus Ilmu Pengetahuan atau Christian Science yang hadir di awal abad ke -19.

Kehadiran empat aliran ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan umat Kristiani. Kebanyakan tentunya, menganggap keempat aliran ini sesat karena beberapa ajaran yang diakuinya tidak sama dengan kepercayaan umat Kristen pada umumnya. Bagaimana kita harus bersikap? Sebagai komunitas beriman, tentunya kita patut memberi respon yang tepat terhadap keempat aliran ini. Karena itu, baiklah kita mengenal keempat aliran ini secara singkat.



GEREJA ADVENT HARI KETUJUH 

Semua orang Kristen mengenal gereja atau aliran Adventis sebagai salah satu aliran yang paling luas penyebarannya.1 Di Indonesia sendiri, Advent hadir sejak 1990 melalui kehadiran Ralph Munson di Padang sejak 1 Januari 1900. Upaya Munson diikuti juga oleh beberapa misionaris Adventis yang membuahkan tumbuhnya komunitas Advent yang saat ini dikenal dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di berbagai propinsi di Indonesia.

Apa yang kita kenal dari gereja ini? Tentunya adalah kegiatan yang mereka lakukan dan beberapa ajarannya. Yang paling menonjol adalah karena peribadahan mereka yang dilakukan pada hari Sabtu dan tentu berbeda dengan gereja-gereja lain pada umumnya. Tak hanya itu, mereka juga bergerak dengan sangat baik dalam mempublikasikan beragam buku dan majalah dari rumah ke rumah. Tidak hanya memiliki dukungan dari lembaga penerbit dan percetakan di Bandung, gereja ini juga memiliki lembaga-lembaga pendidikan yang diakui kualitasnya. Kita mungkin mengenal Universitas Advent di Bandung, Universitas Klabat di Airmadidi di Minahasa, dan rumah sakit di Bandung. Kemudian, di luar negeri ada beberapa kampus Advent yang terkenal yaitu Andrews University dan Loma-Linda University.

Selain kegiatan peribadahannya yang dilakukan pada hari sabtu, tentunya kita juga perlu mengenal advent sebagai aliran yang bertumbuh karena adanya berbagai paham mengenai hari sabat, akhir jaman, kedatangan Yesus Kristus yang keduakali, dan apokaliptik (penglihatan supra-alamiah). Ajaran-ajaran ini bersumber dari beberapa perintis aliran ini  yaitu; William Miller, Hiram Edson, Joseph Bates, dan Ellen Gould Harmon White.

Beberapa tokoh di atas pada mulanya menggumuli sendiri berbagai pertanyaan mengenai kesulitan dan penderitaan manusia yang dilakukan sambil meneliti alkitab dan mengutak-atik angka-angka dalam alkitab. Miller yang para pengikutnya disebut Kaum Millerit, pernah memprediksi tanggal, bulan dan tahun kedatangan Kristus untuk kedua kali berdasarkan Daniel 8:14 dan 9:24. Prediksinya meleset dan menimbulkan beberapa kekecewaan di kalangan pengikutnya. Kemudian, keyakinannya dilanjutkan oleh Hiram Edson.

Joseph Bates juga turut memberi penafsiran atas alkitab khususnya mengenai konsep “pembersihan Bait Allah” dan memberi pemahaman baru mengenai Hari Perhentian atau peribadatan yang adalah Sabat (hari Sabtu) sesuai dengan titah keempat dalam Dasa Titah. Bersamaan dengan itu, Bates pun mengeluarkan aturan pantangan-pantangan bagi pengikut untuk menjaga kesucian hidup seperti; bersumpah, mencuci pada hari Sabat, merokok, minum alkohol, teh dan kopi juga makan daging yang dikategorikan najis menurut Perjanjian Lama. Pemahaman Bates menjadi salah satu dasar yang dipakai Gereja Advent kemudian dalam mengajarkan kesucian tubuh.

Ellen Gould Harmon White yang terkemudian, dikenal sebagai nabiah di kalangan Adventis. Pengalaman spiritualnya membawanya pada persekutuan bersama para pengikut Miller. Ellen adalah seorang yang gigih dalam menyebarkan ajaran Advent bersama suaminya James White. Ellen juga mengaku menerima berbagai penglihatan dan penglihatan ini juga diklaimnya membenarkan apa yang diyakini oleh Hiram Edson dan Joseph Bates. Selain seorang “pelihat” Ellen juga dikenal sebagai penulis produktif. Tulisan-tulisannya yang berisi pemahamannya mengenai alkitab membuatnya dikenal sebagai “pembawa amanat Allah” oleh kalangan Adventis selain Alkitab.

Bagaimana Gerakan Advent menyebarkan ajarannya? Ellen berkontribusi cukup besar untuk menyebarkan ajaran Advent. Ia turut menyusun strategi pengembangan gerakan Advent melalui pelaksanaan Konperensi Umum yang pertama untuk menyusun strategi pengembangan gereja Advent. Bersamaan dengan itu juga dikembangkannya lembaga-lembaga pendidikan dan kesehatan serta literatur baik melalui media cetak, televisi maupun radio.

Kita tentunya paling mengenal salah satu praktik kepercayaan Advent yaitu beribadah pada hari Sabtu (Sabat). Ini karena bagi kalangan Advent kedudukan Hukum Tuhan adalah sangat penting. Karena itu mereka meyakini pemeliharaan akan Hari Sabat sebagai hari penciptaan dan penebusan.

Kaum Advent juga sangat meyakini kedatangan Kristus yang kedua kali. Untuk mempersiapkan diri agar nanti diangkat bersama dengan Kristus, keseluruhan hidup manusia harus dipersiapkan. Adventis meyakini bahwa Setan akan dibinasakan dari muka bumi ketika Kristus datang. Dosa juga akan dilenyapkan. Umat yang tersisa adalah mereka yang diselamatkan. Kriteria bagi mereka yang diselamatkan adalah yang melakukan pembersihan dirinya dengan memelihara Hukum Allah dan imannya. Ada Bait Suci Allah dan Pengadilan Pemeriksaan. Gereja ini juga meyakini karunia nubuatan yang merupakan sumber kebenaran yang berwewenang. Karena itu mereka amat menghormati nubuat-nubuat yang disampaikan oleh Ellen G White.

Karena pemahamannya akan kedatangan Kristus yang kedua kali dan kerinduan umat gereja ini untuk ikut serta dalam kedatangan tersebut, mereka melakukan berbagai praktik keagamaan untuk menjaga kekudusan mereka. Beberapa hal sudah disampaikan di atas yaitu tidak merokok, tidak makan makanan yang najis menurut PL, juga tidak minum teh dan kopi. Tetapi juga di dalam persekutuan, mereka juga memandang penting sakramen dan pernikahan sebagai upaya untuk memelihara hukum Allah dan kekudusan mereka.

CHRISTIAN SCIENCE (selanjutnya disingkat CS)

 Jika Adventis berorientasi pada pemeliharaan Hukum Allah dan kekudusan guna menyongsong kedatangan Kristus, maka aliran Kekristenan Ilmu Pengetahuan atau Christian Science atau Scientology (kemudian diyakini oleh aktor Tom Cruise dan Katie Holmes) merupakan suatu gerakan keagamaan yang menekankan penyembuhan kristiani sebagai bukti keunggulan atas kekuatan fisik.

Bagaimana aliran ini dikenal? Di Indonesia, letak gerejanya ada di jalan Cik Ditiro 48 Jakarta Pusat. Pusatnya terletak di Boston, AS. Jurnal Christian Science yang dikenal adalah Christian Science Journal.
Dalam prakteknya sendiri, Christian Science memakai metode penyembuhan yang tidak sama seperti yang biasa dipakai dalam dunia kedokteran maupun dunia pengobatan alternatif. Juga tidak sama dengan metode penyembuhan dalam Kebaktian Kesembuhan Ilahi yang dilakukan oleh kalangan Pentakostal dan Karismatik. Penyembuhan yang mereka pakai, diyakini berasal dari Kristus Sang Ahli Ilmu Pengetahuan dan kemudian memberikan ilmu pengetahuan-Nya kepada manusia.

Sama seperti Advent, kehadiran Gerakan ini tidak bisa dilepaskan dari kehadiran pelopornya yang bergulat dengan pengalaman hidup tertentu dan mengaitkannya dengan alkitab. Dialah Mary Baker Eddy. Latar belakang munculnya CS memang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman pribadi Mary Baker Eddy yang juga bergumul dengan kesembuhan dirinya. Selama hidupnya, sebelum ia menemukan metode penyembuhan yang merupakan perpaduan pikiran dan pemahaman alkitab yang dilakukannya, Mary telah bertemu dengan banyak penyembuh baik itu dari dunia kedokteran, alternatif, atau kalangan karismatik.

Mary Baker Eddy tadinya merupakan anggota Gereja Calvinis. Sejak kecil ia sakit-sakitan. Kendati demikian, kecerdasan intelektualnya memampukan dia melakukan kegiatan tulis menulis yang nantinya sangat berguna dalam penyebarluasan ajaran ini. Kemudian, Mary menerima penglihatan rohani dan minatnya terhadap penyembuhan spiritual bertumbuh kian pesat. Bahkan ketika ia menikah dan suaminya meninggal, sekalipun kondisinya sakit-sakitan, Mary tetap memperlihatkan minat yang besar terhadap dunia penyembuhan. Di pernikahannya yang kedua pun, kembali Mary sakit karena ia dan suaminya sering cekcok. Pertengkaran mereka berujung pada perceraian. Mary pun menikah untuk ketiga kalinya dengan Asa Gilbert Eddy yang meninggal juga lima tahun kemudian.

Di rentang hidupnya itu, perempuan ini bertemu para penyembuh yang ada di sekitarnya. Orang tua Mary sempat membawanya pada penyembuh rohani. Mary pun sempat mempelajari teknik penyembuhan dari seorang dokter magnetik bernama PP. Quimby. Tapi, belakangan ia tidak mengakui pengaruh Quimby dalam ajaran metafisik yang dibangunnya sendiri.

Kemudian, Mary mengembangkan  ajaran dan keyakinannya dan berusaha membangun sistem keagamaan baru berdasarkan pengalaman spiritualnya yang didapat dalam perjalanan menemukan kesembuhan bagi dirinya dengan digabungkan penafsiran alkitab yang dia lakukan sendiri. Mary menyebut ajarannya sebagai pengajaran tentang Yesus dan penggenapan karyaNya di bawah terang dari “asas dan peraturan ilmu pengetahuan rohani dan penyembuhan metafisik”2

Bagaimana gerakan ini berkembang? Pada awalnya banyak yang menyangsikan keaslian ajaran Mary yang dicap mengikuti ajaran terapis dan penyembuh lain yang banyak saat itu. Tapi Mary meyakinkan bahwa penyembuhan yang dia lakukan berasal dari Allah dan bukan dari budi manusia. 

Bersama dengan Richard Kennedy, Mary menerbitkan buku, with Key to The Scriptures yang diklaimnya sebagai pengembangan penafsiran keliru atas alkitab yang dilakukan oleh banyak orang Kristen. Namun, di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa alkitab adalah sumber kebenaran yang utama. Di kemudian hari, buku yang dikarang Mary ini dianggap sebagai Kitab suci kedua oleh kalangan Christian Scientist.

Mary Baker Eddy kemudian mendirikan Christian Science Association yang merupakan persekutuan bagi murid-murid Mary. Yang menarik adalah, tidak ada pendeta lain di dalam gereja ini kecuali Mary. Setelah Mary tiada, yang dianggap pendeta dalam gereja tersebut adalah alkitab dan buku yang dikarang Mary. Buku yang dikarang mengalami penjualan yang cukup menguntungkan dan karenanya turut mengembangkan aliran ini. Namun, sejalan dengan itu, perkara besar harus dihadapi oleh aliran ini dan pada akhirnya menyebabkan eksistensinya menurun.

Masalah yang dihadapi aliran ini adalah adanya pertentangan antara Mary Baker Eddy dengan para lawannya. Ada salah satu muridnya yang melakukan plagiasi terhadap karyanya. Selain itu, Mary juga terus berurusan dengan murid mantan gurunya yang terus memerkarakan dirinya yang diklaim meniru ajaran gurunya.  Akhirnya, aliran ini mengalami penurunan karena kepemimpinan Mary Baker Eddy tidak bisa diteruskan dan ajarannya tidak dikembangkan oleh murid-muridnya. Aliran ini hanya diulang dan diwariskan oleh Mary Baker Eddy yang seakan menjadi pusat dalam Christian Science.

Kendati Kitab Suci selalu disebut sebagai pedoman utama pengajaran, kenyataannya, ajaran Mary Baker Eddy-lah yang dijadikan pedoman dalam ajaran Christian Science. Mary merumuskan ajarannya sebagai “hukum tentang kebaikan yang menafsirkan dan memperlihatkan Prinsip ilahi dan aturan keharmonisan universal.”Memang tidak mudah menafsirkan pandangan-pandangan Mary Baker Eddy yang penuh dengan bahasa metafisis. Namun, ada beberapa konsep yang mungkin bisa membantu kita dalam memahami ajaran dan praktek kepercayaan CS.

CS menganggap manusia adalah citra Allah. Dosa dan penyakit tidak ada. Kalaupun di dunia ada dosa dan penyakit, hal itu hanyalah disebabkan karena kekeliruan penglihatan dan penolakan pengakuan Allah yang ada di dalam semua. Tidak ada kematian, dosa atau maut demikian juga dengan akhir jaman. Agar mereka yang terperangkap dosa dapat kembali kepada penglihatan yang benar, maka kita harus mengubah pemikiran kita akan hidup. Keselamatan berarti suatu keadaan di mana kita sudah memperoleh pemahaman akan hal tersebut; hakikat citra Allah dalam manusia, Kehidupan, Kasih, dan Kebenaran. Karena itu, dalam prakteknya, aliran ini memusatkan pada pemahaman akan hal-hal di atas yang diwujudkan dalam praktek penyembuhan. Di dalamnya ada pembelajaran pengetahuan akan Allah.

Karena pentingnya mengarahkan diri pada pemahaman akan Allah tersebut, metode penyembuhan SC haruslah alamiah tanpa campur tangan medis, kecuali menyangkut kasus khusus misalnya patah tulang atau melahirkan.

Bagaimana pandangan CS tentang Yesus Kristus dan Roh Kudus? Bagi CS, Yesus adalah manusia yang sudah menyatu dengan Allah, sementara Kristus, secara terpisah diyakini sebagai pernyataan ilahi Allah. Roh Kudus adalah Ilmu Pengetahuan Ilahi. Karenanya CS tidak mengakui Yesus Kristus secara utuh sebagai Allah yang menjadi manusia, mati dan dibangkitkan lalu naik ke sorga.

CS melakukan praktek kepercayaan mereka dengan mengadakan pertemuan yang berisi pengajaran-pengajaran sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Mary Baker Eddy. Beberapa kewajiban moral yang dipegang oleh pengikutnya berhubungan dengan menjaga diri mereka dari pengaruh-pengaruh luar yang dapat menghalangi mereka mencapai kesatuan dengan Allah seperti minuman keras, bergosip, membaca bacaan yang tidak pantas, obat-obatan medis. Mereka juga mengadakan sensor ketat terhadap setiap literatur yang masuk maupun ke luar dalam Christian Science. 

SAKSI YEHOVA (SAKSI YEHUWA)

Saksi Jevova muncul pada akhir abad ke-19 dan dipelopori oleh tiga tokoh utamanya yang dianggap sebagai presiden gerakan ini yaitu Charles Taze Russel (1852-1916), Joseph Rutherford (1917-1942) dan Frederick Franz (1977-1992). Kita mengenal aliran ini sebagai sebuah persekutuan yang aktif menyebarkan berbagai traktat dan buku serta sangat antusias melakukan diskusi mengenai alkitan ke rumah-rumah. Pengajaran dari rumah ke rumah selalu dilakukan oleh kelompok ini, selain kegiatan pengajaran yang dilakukan disebuah tempat yang mereka beri nama Balai Kerajaan. Mari kita mengenal Saksi Jehova secara singkat.

Charles Taze Russel mulanya merupakan anak seorang pengusaha pakaian yang sangat tertarik dengan ajaran Advent terutama mengenai Parousia (kedatangan Kristus yang kedua kali) dan akhir jaman. Ketertarikannya itu membawanya menyelidiki angka-angka dalam alkitab dan kemudian mendorongnya untuk merevisi prediksi Advent mengenai kedatangan Kristus. Ia juga mengembangkan konsep mengenai Perang Harmagedon yang akan mengawali kedatangan kedua kali Kristus itu. Tidak hanya itu, Russel juga melengkapi pemahamannya itu dengan menambahkan ajaran mengenai penebusan, neraka, dosa, dan keselamatan.

Pada kesimpulannya, tidak ada neraka karena orang berdosa sudah berakhir riwayatnya ketika mereka mati. Penebusan diperlukan manusia karena warisan dosa dari Adam, Yesus membatalkan semua dosa.
Russel juga menolak ajaran gereja yang baku yaitu mengenai Trinitas, kemanusiaan Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Allah diyakini berbeda dengan Yesus Kristus. Yesus jauh lebih rendah tingkatannya dari Allah karena Ia-lah saksi dan pelayan Allah. Roh Kudus juga bukan Pribadi melainkan kuasa dan daya dari Allah. Pengikut Saksi Jevoha hidup untuk mengikut Yesus Kristus yang hanya sebagai Saksi Allah yang utama bukan sebagai Allah sendiri.

Yesus sendiri akan datang kembali ke bumi dan memerintah. Kedatangannya itulah yang selalu berusaha diprediksi oleh Russel dan para penerusnya. Russel meyakini bahwa ketika Kristus datang, ia akan didampingi 144.000 orang pilihan yang akan diselamatkan bersama dengan para pengikut Jevova lainnya. 144.000 orang tersebut tentunya adalah pengikut Saksi Jevoha.

Rutherford juga adalah pengikut Russel yang di masa kepemimpinannya berhasil menarik banyak orang untuk mengikutnya. Ia melengkapi ajaran Russel dengan revisi mengenai tanggal Harmagedon, dan mencetak literatur kemudian membagikannya dari rumah-ke rumah (ini berlangsung sampai sekarang). Rutherford juga meletakan teokrasi sentralistik sebagai dasar kepemimpinan saksi Jevova yang diklaim orang-orang sebagai sebuah kepemimpinan yang otoriter dan diktatoris. Sistem kepemimpinan ini dipakai oleh SJ sampai sekarang.

Pada masa presiden Knorr, dicetak alkitab terbitan Saksi Jehova, New World Translation of Holy Scripture, alkitab yang biasa digunakan Saksi Jehova untuk berdiskusi mengenai Allah dan iman mereka. Ia didampingi oleh F.W Franz yang banyak meneliti dan menulis mengenai saksi Jehova.

Di Indonesia, aliran ini sempat booming di tahun 60-an dan 70-an sebelum pemerintah melarang kegiatan SJ karena dianggap meresahkan. Tapi, sampai saat ini, mereka masih melakukan berbagai aktifitas ke rumah-rumah untuk menyebarkan traktar dan berdiskusi.

Beberapa praktik unik dari Saksi Jehova adalah prediksi mereka mengenai kedatangan Kristus dan Akhir Jaman. Selain itu berbagai pemahaman mereka yang kontroversial membuat aliran ini hampir selalu berbentrokan baik dengan gereja lain maupun pemerintah. Saksi Jevoha menolak menghormati bendera dan ikut wajib militer. Juga menolak mengikuti pemilihan umum dan menjadi pegawai negeri. Karena itu, baik Russel, Rutherford maupun Knorr dan para pengikut mereka selalu berurusan dengan aparat pemerintah dan keluar masuk pengadilan karena praktik dan kepercayaan mereka ini. Mereka juga berpantang dengan darah. Selain juga menghindari judi, mabuk-mabukan dan merokok yang dianggap sebagai sebuah panghalang bagi mereka menjadi orang-orang pilihan yang akan diangkat pada kedatangan Kristus.

Pertemuan yang mereka lakukan berkisar antara pembelajaran bahan-bahan yang disiapkan, tentunya dengan menggunakan alkitab yang mereka terbitkan sendiri. Saksi Jehova juga menerapkan disiplin organisasi yang keras sesuai dengan kepemimpinan sentralistik yang mereka pegang. Siapa saja yang tidak mau mematuhi ajaran gereja, dapat dikeluarkan dari kehidupan persekutuan mereka. 

ALIRAN MORMON  (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir/ OSZA)

Mormon tumbuh dan berkembang bersama dengan aliran Advent. Ia juga hadir dan berkembang pada masa di mana Kebangunan Rohani bertumbuh pesar di Amerika. Kehadiran Mormon tidak bisa dilepaskan dari kemunculan Joseph Smith yang dianggap sebagai pendiri, nabi sekaligus rasul di dalam Gereja Mormon.

Joseph Smith (1805-1844) merupakan seorang Amerika yang lahir dan bertumbuh dalam keluarga yang menganut paham Universalis (tidak mengakui Trinitas karena Yesus dianggap sebagai manusia biasa atau guru agama). Sebelum ia menemukan kepercayaan Mormon, Smith dibingungkan dengan berbagai paham, ajaran dan kepercayaan yang berkembang di sekitarnya. Smith juga bersama keluarganya hidup dalam praktek okultisme (pemujaan roh dan jimat) yang berkembang kala itu. Di sebuah hutan, pada usia 15 tahun, Smith mendapatkan penglihatan. Penglihatan ini menuntunnya untuk tidak mempercayai ajaran dan kepercayaan apapun yang ada kala itu karena diyakininya keliru dan menuntunnya mengembangkan ajaran dan kepercayaannya sendiri.

Serangkaian peristiwa berisi penglihatan terus terjadi pada Smith dan diyakini sebagai pewahyuan dari Allah kepada dirinya. Puncaknya, dalam penglihatan akan malaikat Moroni, Putra dari Mormon, Smith diutus untuk mencari lempengan emas yang diyakininya berisi tulisan-tulisan suci yang nantinya akan dia tafsirkan dan terjemahkan menjadi Kitab Mormon.

Bersama dengan keluarganya, Smith juga terus mencari Yerusalem Baru yang diyakini sebagai tempat komunitas kepercayaan ini akan hidup dengan damai. Mereka menyebut diri mereka sebagai Umat Perjanjian dan perpindahan mereka mencari tempat baru diyakini sebagai ekspedisi menuju Tanah Terjanji. Beberapa lokasi mereka datangi di Amerika sambil aliran ini meneguhkan ajaran, mengembangkan dan melengkapi kepercayaan mereka. Banyak hambatan yang dialami oleh mereka karena dengan tegas dan berani mereka menuduh semua kepercayaan lain di luar Mormon sebagai aliran yang sesat. Komunitas ini juga mengalami pasang surut jumlah anggota karena wabah penyakit dan juga isu mengenai poligami.

Dalam praktek kepercayaannya yang unik, gereja Mormon meyakini bahwa merekalah Umat yang Terjanji. Tidak ada keselamatan di luar Gereja Mormon. Hal ini sangat mereka tekankan melalui kotbah, pengajaran di dalam alkitab yang mereka gunakan, yaitu Kitab Mormon. Kitab ini dianggap suci dan memiliki wibawa paling besar dalam Gereja tersebut. Selain itu, terasa juga kedudukan dan kehadiran Joseph Smith yang sangat dominan hampir dalam setiap aspek hidup berkepercayaan umat Mormon.

Secara teoritis, gereja ini mengklaim kesamaan ajarannya dengan ajaran gereja arus utama. Prakteknya, beberapa keyakinan mereka melenceng. Misalnya saja keyakinan mereka mengenai Allah yang memberi kesan kemudian bahwa Trinitas merupakan Tiga Pribadi yang terpisah. Mereka yakin bahwa manusia bisa menjadi Allah dengan menyebut Abraham dan Adam sebagai ilah. Juga, pernyataan Joseph Smith mengenai Allah Bapa yang diyakini sebagai manusia dan mempunyai hubungan jasmani dengan Maria sehingga lahir Yesus. Lainnya adalah, surga yang terbagi atas tiga bagian dan bagian yang paling suci diisi oleh orang-orang yang memegang teguh keyakinan dan ajaran Mormon.

Gereja Mormon selalu menyebut dirinya sebagai gereja Perjanjian Baru yang dipulihkan. Kepemimpinannya dipegang oleh laki-laki yang diyakini sebagai imam (pemegang amanat Imam Melkisedek). Wanita hanya diberi tugas-tugas yang berkaitan dengan rumah tangga, seperti merawat dan mengurus orang sakit, mereka tidak diperkenankan bekerja di luar rumah.

Mormon juga mengenal Baptisan Orang Mati yaitu sebuah upacara pembaptisan yang dilakukan melalui salah satu anggota keluarga si mati yang masih hidup dengan tujuan agar si mati memperoleh keselamatan. Selain itu, mereka juga menyelenggarakan perkawinan untuk kekekalan untuk menyucikan pasangan yang menikah dan menjadikan anak-anak mereka sebagai anak-anak Roh yang juga diselamatkan. Mormon karenanya berfokus juga pada pembinaan keluarga-keluarga dengan menyelenggarakan disiplin dalam pertemuan kelurga di rumah-rumah anggotanya.

Di satu sisi, banyak praktek kepercayaan Mormon yang terasa janggal dan aneh di mata banyak orang Kristen. Yang paling banyak mendatangkan pertentangan adalah praktek poligami yang secara jujur dibenarkan oleh Joseph Smith ketika dia mengembangkan konsep hubungan keluarga yang baru. Meski saat ini banyak yang tidak mengakuinya dan Mormon mengklaim mengadakan pengucilan pada beberapa anggotanya yang masih berpraktek poligami, beberapa kalangan Mormon masih ada yang mempertahankan praktek tersebut. 

REFLEKSI:

Dari uraian di atas tentunya kita melihat bahwa setiap aliran hadir karena konteks pergumulan tertentu. Keadaan perang yang menimbulkan keresahan beragama, pertanyaan mengenai penderitaan dan kehidupan manusia, juga kekecewaan banyak orang terhadap gereja yang seakan menutup diri terhadap penderitaan dan keterasingan manusia turut memicu timbulnya aliran-aliran ini. Karena itu, waktulah yang kemudian akan menguji kelangsungan pertumbuhan aliran ini.

Dari sini kita bisa belajar bahwa, manusia, sekalipun ia sanggup mengumpulkan banyak orang untuk mengikutnya tetaplah penuh dengan kelemahan dan ketidak sempurnaan. Pergumulan hidup mereka masing-masing mendorong mereka untuk menafsir alkitab dan merumuskan ajaran mereka sendiri. Kemudian mereka mengembangkannya. Karena bersentuhan dengan konteks masyarakat kala itu, kepercayaan mereka diikuti dan diterima oleh banyak orang. Namun, apakah hal ini mampu terus bertahan? Nyatanya, dalam pergeseran jaman dan kebutuhan masyarakat yang berbeda, banyak yang semakin tergeser karena tidak mampu menjawab tantangan jaman. Segalanya harus diuji.

Sikap yang arif dan harus dikembangkan oleh gereja adalah sikap simpati dan empati. Kehadiran aliran-aliran ini kiranya membuka mata kita sebagai Gereja untuk selalu menoleh ke luar dari tembok gereja kita dan menyatakan belas kasih dan keprihatinan kita pada sesama. Sikap yang terbaik bukanlah sikap menghakimi dan menuduh iman atau kepercayaan orang lain sebagai yang sesat dan diri kita sendiri sebagai yang paling benar. Biarlah Allah yang maha Tahu dan maha Benar yang akan menguji semuanya.

Catatan penting untuk diperhatikan bagi kita adalah bagaimana kemudian kita bisa memetik sesuatu yang baik dari berbagai aliran ini dan menjadikannya sebagai fokus keprihatinan kita juga dalam persekutuan kita. Kehadiran mereka seakan mengingatkan kita bahwa mungkin ada yang terlupa. Dan karenanya, kekurangan itu harus kita benahi sambil kita juga terus bersikap kritis dan menguji segala sesuatunya berdasarkan Firman Tuhan dalam Alkitab serta terus mempertanyakan dengan kenyataan hidup yang ada di sekitar kita. Dengan demikian, kita menjadi warga gereja yang tidak mudah terombang-ambing oleh rupa-rupa pengajaran tapi juga tetap hidup dalam kasih dan pengabdian kepada sesama agar dapat menghadirkan damai Allah di muka bumi ini. Tuhan memberkati. J

Sumber:
Aritonang, Jan. S. Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2011.
Internet: